Minggu, 09 Maret 2014

Membuat Gambar Kerja

Membuat Gambar Kerja

Gambar kerja adalah sebuah rencana teknik sebagai landasan penyelesaian sebuah obyek. Gambar ini harus mencantumkan informasi yang lengkap, baik secara grafis maupun dengan teks.

Gambar kerja dapat mengvisualisasi rencana kerja yang memperagakan suatu penetapan dan pembentukan benda kerja / produk. Misalnya tentang: bentuk benda kerjanya; ukuran (ukuran pokok dan detail, ukuran untuk melakukan sesuatu); konstruksi (susunan bagian benda, cara memasang); bahan (jenis kayu, lembaran, engsel, kunci, bahan lain seperti kaca, kain, dsb); penampilan akhir permukaan benda (mentah, politur, vernis, cat duco, dsb),biasanya disebut reka oles atau finishing.

Petunjuk mengenai hal di atas harus jelas, sehingga tukang yang menerima gambar tidak perlu bertanya lagi, semua keterangan yang di perlukan secara umum adalah untuk mempermudah penyelesaian pekerjaan. Misalnya, gambar konstruksi yang berkali-kali dipakai, pada lembaran konstruksi khusus, pada lembaran normalisasi harus ada tanda khusus, pada gamba hanya cukup diberi keterangan singkat (bisa juga dengan warna) cara ini bisa dipakai pada pekerjaan job order maupun produksi massal/seri.

Gambar kerja yang baik adalah dapat memberi arahan jelas dengan urutan kerja mulai ukuran keseluruhan sampai ukuran rinci, alat yang dipakai, metode pengerjaan dan penyelesaian akhir. Gambar kerja meliputi: tampak, potongan vertikal, potongan horizontal dan gambar detail untuk konstruksi yang dipandang rumit. Bagian-bagian dari gambar kerja adalah gambar keseluruhan, gambar detail, dan gambar satuan. Dalam penggunaannya secara umum gambar dapat dibedakan menjadi :

1. Gambar sketsa


Gambar 2.18. Gambar Sketsa
Sumber: Pedoman Gambar Kerja, PIKA,1997.
 
2. Gambar pesanan


Gambar 2.19. Gambar Pesanan
 
3. Gambar perspektif / tiga dimensi

Gambar 2.20. Gambar Perspektif
 
4. Gambar kerja


Gambar 2.21. Gambar Kerja
Sumber: Pedoman Gambar Kerja, VEDC Malang,2008



Sabtu, 08 Maret 2014

Penggambaran pada Gambar Kerja

Penggambaran pada Gambar Kerja


 
Menurut kebiasaan dalam pandangan geometri, pada menggambar teknik, ketentuan pandangan dalam industri kayu adalah sebagai berikut :

a. Pandangan muka dan penampang frontal dibuat di atas dan segera di bawahnya digambar pandangan atas dan penampang horisontal.

b. Pandangan samping dan penampang vertikal umumnya dibuat di sebelah kanan. Kalau kedudukan di sebelah kiri memberikan keterangan yang lebih jelas, pandangan samping dan penampang vertikal harus dibuat di sebelah kiri.

c. Pandangan samping dan penampang samping yang terlihat dari sebelah kanan pandangan muka ditempatkan di sebelah kiri pandangan muka. Pandangan samping dan penampang samping yang terlihat di sebelah kiri pandangan muka, ditempatkan di sebelah kanan pandangan muka. Susunan ini menjadi kebiasaan dalam keadaan normal.

d. Kalau perabot mempunyai beberapa bagian, lebih-lebih pada perabot yang bentuk dasarnya empat persegi panjang atau bujur sangkar, maka pandangan samping dan penampang samping ditempatkan di kanan kiri.

e. Pada perabot berbentuk dasar siku-siku, dapat dipertimbangkan dua jalan yaitu menggambar perabot itu dalam keadaan siku atau menggambar perabot itu dibagi dua.
 


Jumat, 07 Maret 2014

Teknik Perkayuan untuk SMK

Teknik Perkayuan untuk SMK
 
Sampul Jilid 1
 
Teknik Perkayuan Jilid 1
Kelas 10 SMK
Pengarang:  Budi Martno, Tukiman, Bambang Wijanarko, Andreas Mulyono, Cahyo Kuncoro, Hartiyono, Kusaeri
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
 
Sampul Jilid 2
 
Teknik Perkayuan Jilid 2
Kelas 11 SMK
Pengarang : Budi Martno, Tukiman, Bambang Wijanarko, Andreas Mulyono, Cahyo Kuncoro, Hartiyono, Kusaeri
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
 
 
DAFTAR ISI
Halaman
SAMBUTAN DIREKTUR
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I. MELAKSANAKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
    1. Mengenal Profesi Teknisi Perabot Kayu
    2. Menerapakan Kesehatan Kerja pada Pelaksanaan Pekerjaan
    3. Penerapan Keselamatan Kerja pada Pelaksanaan Pekerjaan

BAB II. MELAKUKAN PEKERJAAN PERSIAPAN PEMBUATAN MEBEL
    1. Menginterpretasikan Gambar Kerja
    2. Merencanakan Kebutuhan Bahan
    3. Membuat Gambar Kerja dan Daftar Komponen

BAB III. MELAKSANAKAN PERSYARATAN JAMINAN KUALITAS
    1. Melakukan Komunikasi Timbal Balik di Tempat Kerja
    2. Memilih Bahan Baku
    3. Merencanakan Pembelahan Log
    4. Menyimpan Bahan
    5. Mengirim Bahan

BAB IV. MENERAPKAN TEKNIK LAMINASI
    1. Mengenal Bahan Perekat Kayu
    2. Memotong Bahan Pelapis
    3. Mengerjakan Proses Laminasi Kayu

BAB V. MENGGUNAKAN PERALATAN
    1. Menggunakan Peralatan Tangan dan Listrik
    2. Menggunakan Peralatan Mesin Statis

BAB VI. MEMBUAT KOMPONEN MEBEL
    1. Menyiapkan Komponen Mebel
    2. Membuat Komponen Mebel Bentuk Sederhana
    3. Membuat Komponen Mebel Bentuk Rumit
    4. Membuat Berbagai Konstruksi mebel

BAB VII. MERAKIT MEBEL
    1. Mengukur Lokasi Ruang
    2. Menyetel Unit-unit Almari Tanam di Workshop
    3. Memasang Unit-unit Almari Tanam Pada Bangunan
    4. Memasang Asesoris mebel

BAB VIII. MELAKSANAKAN PEKERJAAN UKIR
    1. Membuat Pola Untuk Pekerjaan Ukir
    2. Mengukir Bentuk Sederhana
    3. Mengukir Bentuk Rumit

BAB IX. Mengerjakan Teknik Inlay (tatah) Kayu
    1. Memotong Komponen Inlay
    2. Memahat Permukaan Kayu Untuk Penerapan Komponen Inlay

BAB X. MELAKUKAN PEKERJAAN FINISHING KAYU
    1. Menyiapkan Pekerjaan finishing
    2. Menyiapkan Permukaan Untuk Finishing
    3. Mengerjakan Finishing Dengan Teknik Oles
    4. Mengerjakan Finishing Dengan Teknik Semprot
    5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

PENUTUP
LAMPIRAN A
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN B
GLOSARIUM
 

Facebook Comments