Pengambilan ukuran pada bangunan
1. Persiapan
Pengambilan ukuran pada bangunan termasuk tugas yang penuh tanggung jawab. Kesalahan atau ketidak-lengkapan ukuran memustahilkan rencana yang sempurna, menimbulkan lebih banyak tambahan pekerjaan, dan banyak membuang waktu. Kesalahan ukuran, yang tidak langsung diketahui, secara ekstrem bisa memaksa pengulangan pembuatan dari awal. Pengambilan ukuran yang lengkap dan teliti adalah syarat mutlak bagi semua pekerjaan yang harus dikerjakan tepat ukuran. Untuk pengambilan ukuran di tempat pembangunan, diperlukan alat-alat dan alat bantu yang sesuai. Berikut adalah peralatan dan alat bantu yang dibutuhkan dalam pengambilan ukuran.
Peralatan untuk mengambil ukuran, adalah sebagai berikut:
a. Meteran lipat,meteran panjang
b. Meteran teleskop
c. Siku
d. Siku swai/putar
e. Waterpas
f. Unting
g. Kaliper
h. Alat pemerata (laser)
i. Lat panjang/lis panjang
j. Kunci tusuk kombinasi untuk membuka macam-macam
Alat bantu untuk mengambil ukuran, adalah sebagai berikut:
a. Kapur tulis
b. Paku dan palu
c. Landasan gambar
d. Kertas blok dan pensil
e. Tangga
f. Kamera foto
2. Pembuatan sketsa
Ukuran pokok, tinggi ruang maupun keterangan umum dibuat pada denah berskala 1:50. Pencatatan ukuran detail, seperti ukuran pintu dan jendela, sambungan pipa air, listrik dan sebagainya, hanya dapat dicatat dengan baik pada sketsa dinding yang dibuat dalam skala 1:20 atau 1:10. Urutan-urutan dalam pencatatan ukuran adalah urutan pokok, ukuran detail, dan penjumlahan ukuran detail untuk mengontrol ukuran pokok.
Sketsa ukuran hanya dianggap lengkap apabila sudut antar dinding juga diperiksa. Untuk itu diperlukan sudut dengan panjang kaki yang besar (panjang kaki 80-100 cm). Penggunaan siku kecil tidak dianjurkan sebab keadaan tembok yang tidak rata dapat memberikan gambaran yang salah. Kesikuan sudut dinding dapat juga dicari dengan mengukur diagonal ruang atau sebagian sisi.
Metode yang berlaku pada pengambilan ukuran perabot sama seperti yang berlaku pada pengambilan ukuran bangunan. Perbedaannya adalah lebih banyaknya detail yang harus disketsa dan diukur. Profil harus digambar dalam skala 1:1, dan profil yang tidak dapat didefinisi secara jelas dengan lingkaran dan garis lurus harus digambar dengan sablon tetap atau sablon profil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar